简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat wangsa meroving

"wangsa meroving" terjemahan bahasa Inggris  
ContohHandphone
  • Even after the last Merovingian capitulary, kings of the dynasty continued to independently exercise some legal powers.
    Bahkan sesudah terbitnya Maklumat Paris, raja-raja wangsa Meroving masih tetap menjalankan sejumlah wewenang kehakiman secara langsung.
  • The last Merovingian kings, known as the "lazy kings" (rois fainéants), did not hold any real political power, while the Mayor of the Palace governed instead.
    Raja wangsa Meroving yang terakhir, yang dikenal sebagai raja malas, tidak memegang kekuasaan apa pun, sementara Wali kota Istana yang sebenarnya memerintah.
  • The position in society of the Merovingians was taken over by Carolingians, who came from a northern area around the river Maas in what is now Belgium and southern Netherlands.
    Kekuasaan wangsa Meroving jatuh ke tangan wangsa Karoling yang berasal dari daerah utara, yakni daerah di sekitar Sungai Maas yang kini berada dalam wilayah Belgia dan kawasan selatan Negeri Belanda.
  • But Charles's real interests lay in the northeast, primarily with the Saxons, from whom he had to extort the tribute which for centuries they had paid to the Merovingians.
    Namun Karel sesungguhnya lebih mencurahkan perhatiannya ke kawasan timur laut, terutama pada orang Saksen, yang harus ia paksa untuk mempersembahkan upeti kepadanya sebagaimana telah mereka persembahkan selama berabad-abad kepada raja-raja wangsa Meroving.
  • When in 744 Carloman's brother, Pippin III, used the same title, he did not refer to "my kingdom", since by then a Merovingian king, Childeric III, had been appointed.
    Ketika adik Karloman yang bernama Pipin Si Pendek menyandang gelar itu pada tahun 744, ia tidak lagi menyebut Negeri Franka sebagai "kerajaanku", karena kala itu Kilderik III dari wangsa Meroving telah dinobatkan menjadi raja.
  • The Frankish kingdom in northern Gaul split into kingdoms called Austrasia, Neustria, and Burgundy during the 6th and 7th centuries, all of them ruled by the Merovingian dynasty, who were descended from Clovis.
    Kerajaan Franka di kawasan utara Galia terpecah menjadi Kerajaan Austrasia, Kerajaan Neustria, dan Kerajaan Burgundia pada abad ke-6 dan abad ke-7, ketiga-tiganya diperintah oleh raja-raja dari wangsa Meroving, anak cucu Raja Klovis.
  • Pippin's takeover was reinforced with propaganda that portrayed the Merovingians as inept or cruel rulers, exalted the accomplishments of Charles Martel, and circulated stories of the family's great piety.
    Kudeta yang dilakukan Pipin disokong dengan kegiatan propaganda yang mencitrakan raja-raja wangsa Meroving sebagai penguasa-penguasa yang tidak cakap memerintah bahkan lalim, menggembar-gemborkan segala prestasi yang pernah diraih oleh Karel Martel, dan menyebarluaskan kisah-kisah tentang betapa salehnya keluarga Pipin.
  • The Carolingians differed markedly from the Merovingians in that they disallowed inheritance to illegitimate offspring, possibly in an effort to prevent infighting among heirs and assure a limit to the division of the realm.
    Berbeda dari wangsa Meroving, wangsa Karoling tidak meninggalkan warisan kepada anak-anak mereka yang lahir di luar ikatan pernikahan, mungkin untuk menghindari timbulnya perselisihan di antara para ahli waris dan untuk membatasi pembagi-bagian wilayah kekaisaran.